doh!
aw!
kiri!
kaca!
kanan!
bawah!
karatanl!
kabel!angka!New era!nyalah!
kabel!livecam!kabel!


Perkembangan Internet di Indonesia sebenarnya lambat. Namun terlihat begitu cepat karena banyak bermunculannya perusahaan berbasis Internet dengan promosinya yang begitu gencar. Indonesia yang kini masih pada generasi pertama dalam bidang Internet, merasa sudah setara dengan Amerika yang saat ini berada di generasi ke tiga. Ini bisa dilihat dari gejala-gejala seperti turunnya harga saham di bidang teknologi (NASDAQ) yang mempengaruhi perkembangan Internet di Indonesia dengan beredarnya berita-berita negatif tentang bisnis Internet disini. Sebagaimana diketahui, Indonesia kira-kira tertinggal 2 tahun dari Amerika. Steve Case, pendiri America Online (AOL) pernah menargetkan bahwa peak-nya Internet di Amerika itu adalah dipertengahan tahun 2001, dimana Internet bisa setara dengan medium lainnya seperti televisi namun dengan audience yang lebih luas lagi.

Adalah mustahil kalau ingin berada di generasi ke tiga dengan keadaan ekonomi dan fasilitas perangkat yang tidak memungkinkan. Salah satu ciri negara yang telah memasuki generasi ke tiga tersebut adalah adanya kemudahan dan murahnya biaya akses Internet. Di Amerika telah banyak ISP yang menawarkan akses dengan kecepatan murni 56K secara gratis serta saluran telepon tanpa pulsa yaitu flaterate (US$14 per bulan, unlimited). Belum lagi kabel modem di rumah-rumah yang ditawarkan perusahaan @home dengan kecepatan aksesnya yang 50 kali lebih cepat dari modem 56K standard dan dengan harga yang sangat terjangkau disana (US$30 sebulan, unlimited). Yang lebih canggih dari kabel modem adalah DSL atau fiber optic yang juga ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Bagaimana dengan harga komputer disana? Jangan kaget kalau komputer baru diberikan secara cuma-cuma bagi penjelajah dunia maya disana.

Perkembangan Internet di Indonesia tidak akan cepat maju jika tidak ada uluran tangan dari pemerintah kita dengan regulasi-regulasi barunya untuk meringankan biaya telepon. Atau yang lebih diharapkan lagi adalah tersedianya biaya dari pemerintah guna menambah fasilitas serta perangkat yang dibutuhkan. Saya berani berkata kalau Indonesia sebenarnya sudah punya semuanya. Indonesia itu sudah punya teknologinya. Kenapa tidak digunakan secara benar? Wong satelit saja kita punya lebih dari 5 kok! Itu termasuk banyak jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Perkembangan Internet di Indonesia juga akan sangat lambat sekali jika tidak adanya support dan pengakuan dari pemerintah kita bahwasanya Internet adalah sesuatu yang sangatlah penting untuk memajukan berbagai segi seperti pendidikan, informasi, komunikasi, bisnis, ekonomi, pariwisata dan lain-lain. Terlebih kita akan segera menghadapi pasar bebas di tahun 2003 nanti. Tinggal dua setengah tahun lagi! Menyatakan Internet itu exist dan legit adalah sikap pemerintah yang ditunggu-tunggu dan sangatlah membantu perkembangan Internet di negara kita.

Dengan pendapatan perkapita yang rendah pertahunnya, penduduk Indonesia mengharapkan sesuatu yang terjangkau. Munculnya ISP-ISP baru dengan harga yang bersaing juga sangat membantu rakyat kita yang ingin tahu lebih jauh mengenai fenomena baru ini, Internet. Lahirnya Web88888 dan LinkNet yang menawarkan akses Internet dengan harga murah adalah suatu gebrakan yang bisa dikata mengundang pro dan kontra. Web88888 menawarkan unlimited akses Internet dengan harga Rp88.000 saja. Terlebih LinkNet yang menyediakan sarana akses Internet secara gratis. Ada yang tidak setuju karena hal tersebut bisa me'matikan' bisnis ISP-ISP yang telah lama berdiri dengan tarif yang tidak bisa bersaing dengan ISP-ISP baru tersebut. Tidak sedikit pula yang setuju dengan munculnya ISP-ISP baru tersebut. Karena selain menurunkan beban biaya, ISP-ISP baru ini juga akan membantu perkembangan Internet di Indonesia serta memicu ISP-ISP lama agar memperbaik servis mereka dengan cara menambah bandwidth misalnya. Atau memperbaiki sistem pelayanan (costumer service). Perlu dicatat bahwa meskipun ISP-ISP baru tersebut menawarkan akses Internet dengan harga murah atau gratis sekalipun, servis pelayanan mereka sangatlah tidak memuaskan. Belum lagi kecepatan mengakses Internet yang 'kadang cepat, kadang lambat' itu. Hal-hal tersebut diatas seharusnya memicu persaingan bisnis ISP yang lebih sehat dan dinamis. Sedangkan kita, para pengguna Internet, akan menikmati hasil yang terbaik dari persaingan sehat mereka.

Umpamanya kendaraan seperti mobil atau motor itu adalah komputer atau CPU kita, bensin itu adalah bandwidth yang disediakan oleh pom bensin-pom bensin (ISP) dan tujuan perjalanan kita seperti pantai atau pegunungan, yaitu situs atau portal. Harga komputer sekarang sudah cukup terjangkau. Anda bisa membeli komputer lengkap dengan modem dan monitor seharga 2 juta Rupiah. Jika anda mempunyai telfon genggam, tentu anda mampu membeli komputer. Sekarang masalahnya adalah situs, dotcom. Situs atau dotcom mana yang layak dikunjungi? Mana diantara mereka yang terbaik? Banyak situs yang menyediakan jasa yang sama dan mengaku terbaik. Apa sih tujuan mereka menyatakan bahwa mereka adalah situs yang terbaik? Ingin mendapat pengunjung atau hits banyak sehingga akan ada pemasang iklan? Ingin didatangi banyak calon pembeli? Atau ingin cepat-cepat IPO, go public? Jika jawabnya ingin mendapatkan pengunjung, calon pembeli dan hits sehingga akan ada pemasang iklan itu wajar. Tapi kalau ingin mengejar target IPO sedangkan situs ini masih muda umurnya, untuk apa? Keuntungan mendadak yang mereka dapat raih akan menambah masalah ekonomi kita. Ketidak jelasan masa depan situs yang baru seumur jagung itu akan merugikan masyarakat yang membeli saham situs tersebut. Disamping itu akan timbul sinistis para pakar ekonomi, para pengusaha dan pembeli saham perusahaan yang bergerak dibidang non-Internet (traditional companies/ekonomi lama) seperti pabrik, bank dan lain-lain. Mereka, para pakar ekonomi, para pengusaha dan pembeli saham traditional companies ini pada umumnya kurang setuju jika perusahaan Internet (situs) yang baru saja didirikan, yang belum mempunyai untung atau profit yang jelas bahkan cenderung merugi, menawarkan saham mereka di lantai bursa. Kesinisan mereka bisa dimaklumi. Indonesia masih berkembang. Perkembangan Internet di Indonesia masih jauh. Kini, pengguna Internet di Indonesia hanya kurang lebih 300.000 orang. Dan banyak sekali situs-situs atau portal-portal baru launching akhir-akhir ini. Situs-situs atau portal-portal itu akan berlomba-lomba berebut pengguna Internet di Indonesia yang hanya sekitar 300.000 orang tersebut. Ada portal entertainment, berita, lelang, mesin pencari dan banyak lagi. Namanya pun aneh-aneh. Dari namanya, kita bisa melihat kalau mereka ini tergesa-gesa, asal-asalan dan mempunyai target jangka pendek.

Dengan masih sedikitnya pengguna Internet di Indonesia, sebetulnya situs-situs tersebut tidak bisa mengandalkan dua hal sebagai sumber pendapatan, yaitu banner advertising (pemasangan banner iklan) dan e-commerce. Tidak efektifnya pemasangan iklan di Internet melalui banner dan masih sungkannya netters Indonesia berbelanja secara online merupakan alasan utama mengapa kedua hal tadi tidak bisa dijadikan sumber pendapatan situs-situs tersebut. "Saya lebih senang berbelanja langsung ke tokonya. Sekalian jalan-jalan, cuci mata" aku seorang netter di Jakarta. Seharusnya situs-situs di Indonesia menyadarinya dan memilih alternatif lain. Dari pada mencari calon pemasang iklan atau calon pembeli barang di situs anda, untuk sementara waktu, lebih baik mencari pelanggan tetap. Dengan mempunyai jenis pelayanan seperti web hosting, dial-up atau membership, situs-situs ini bisa memiliki pelanggan yang membayar secara konstan dalam periode waktu tertentu. Faktor-faktor seperti ingin meraih keuntungan dengan cepat lewat IPO atau cuma sekedar ikut-ikutan mendirikan perusahaan Internet yang sedang menjamur ini mendorong bermunculannya situs-situs atau portal-portal baru yang sebenarnya bisa mengakibatkan persaingan yang tidak sehat. Karena pada umumnya mereka tidak menyadari atau mungkin bahkan tidak perduli dengan keadaan Internet di Indonesia sebenarnya. Dengan tidak orisinilnya ide, banyaknya kemiripan dari semua portal-portal baru, paling tidak membuat orang sudah 'enough' sebelum mencoba.

Jangan lupa dengan "brand awareness". Individual atau perusahaan yang beruntung bisa mengenal Internet lebih dulu dan memulai membangun situsnya lebih awal akan menikmati hasilnya sekarang ini. Situs yang lebih dulu online biasanya menang nama dan dikenal banyak orang. Situs yang lebih dulu online ini juga tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk promosikan situs mereka. Karena sebagai perintis yang telah banyak diikuti oleh situs-situs lainnya, situs ini otomatis akan menjadi barometer. Disaat gencarnya bermunculan situs-situs baru, situs pelopor ini bisa bangga karena sudah lebih dulu dikenal orang. Jangan menganggap situs-situs baru tersebut saingan yang menyebalkan. Ciptakan sesuatu yang baru, dinamis dan lain dari yang lain. Percaya diri kalau anda adalah situs yang spesial, punya daya tarik tersendiri. Buat situs-situs yang baru, usahakan agar dapat menciptakan sesuatu yang lebih baik dari yang telah ada. Lebih efisien, atraktif, mudah di akses, ditata dengan desain dan graphic yang baik, content yang menarik, dinamis dan tidak membosankan.

Sebagai pengguna Internet, kita akan bingung memilih situs mana yang terbaik. Ini semua balik ke kita, para pengguna Internet. Ada situs yang disainnya biasa saja tapi contentnya bagus. Ada situs yang penampilannya bagus namun contentnya kurang. Ada yang kedua-duanya bagus tapi sangat lambat untuk di akses. Ada servis yang menawarkan nama bagus untuk free email namun ada juga yang berani menawarkan nama yang terdengar janggal untuk sebuah alamat email. Ada orang suka makanan Italy, ada yang sangat suka sayur asem dengan ikan asin. Ini soal selera.

Marilah kita bersama-sama mengembangkan dan memasyarakatkan Internet di Indonesia. Semakin banyak pengguna Internet di Indonesia itu semakin baik. Negara kita yang berkembang ini tidak akan ketinggalan dengan negara yang sudah maju. Begitu pula masyarakat di desa-desa di Indonesia yang tidak akan ketinggalan dengan yang berada di kota-kota besar, karena pada hakekatnya kita semua akan menikmati sarana dan mengakses informasi yang sama. Mari bersama-sama kita meyakinkan pemerintah untuk bersedia mengulurkan tangan, membantu perkembangan Internet di negara kita guna menyambut pasar bebas ditahun 2003, ekonomi global.



doh!
kiri!
About mePhotoFree graphicsLinks
AwardsDEWARealAudioE-mail
kanan!
bawah!bawah!bawah!
bawah!





Accessed for times so far.

Send comments & bug reports to FairyFannie@aol.com
Logo, Layout & Designed by Fairy Suryana

Fairy Suryana, Copyright © 1996-98. All Rights Reserved.